Monthly Archives: July 2018

Peringkat Utang PGN Berpotensi Turun

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau disebut PGN bersama Pertamina melakukan transaksi material dengan membeli 51 persen saham Pertagas, yang merupakan anak usaha perusahaan Pertamina.

Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi dan material. Transaksi afiliasi lantaran PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau disebut PGN dan pertamina merupakan pihak terafiliasi yang keduanya dikendalikan baik langsung dan tidak langsung oleh pemerintah Indonesia.

Sedangkan transaksi tersebut transaksi material sesuai Peraturan Nomor IX.E.2 lantaran nilai transaksi lebih dari 20 persen namun kurang dari 50 persen dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/7/2018).

Adapun pengambilalihan saham Pertagas dengan transaksi jual 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas atau setara dengan 51 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor pada Pertagas.

Nilai keseluruhan dari transaksi dalam kesepakatan awal atas akuisisi 51 persen kepemilikan saham di Pertagas adalah sekitar Rp 16,60 triliun. Jumlah itu sebesar 38,46 persen dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan perseroan.

“Perseroan akan memakai pendanaan internal dan pinjaman,” seperti dikutip dari keterangan tersebut.

Nilai transaksi itu merupakan harga pembelian untuk 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas dengan PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas sehingga hanya terdapat PT Pertagas Niaga sebagai anak usaha di dalam buku Pertagas.

“Penyelesaian akan dilakukan pada tujuh hari kerja setelah tanggal diterimanya berita acara pemenuhan persyaratan pendahuluan yang ditandatangani oleh para pihak namun tidak akan melebihi 90 hari sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian (batas waktu) atau pada tanggal lain sebagaimana disetujui secara tertulis oleh para pihak,” tulis keterangan tersebut.

Latar belakang transaksi ini adalah dari salah satu inisiatif Pemerintah Indonesia untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional dengan membentuk perusahaan induk di bidang minyak dan gas bumi atau holding BUMN migas.

Pembentukan holding BUMN Migas ini dilakukan melalui inbreng saham seri B milik pemerintah pada Perseroan ke dalam modal Pertamina sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Pernyataan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan PT Pertamina.

Transaksi secara langsung ini diharapkan memberikan nilai tambah strategis terhadap perseroan. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya saing perseroan.

Dengan transaksi ini perseroan mengharapkan dapat memperkuat posisi sebagai badan usaha yang terdepan di bidang transmisi dan distribusi gas bumi di Indonesia.

Selain itu, menambah portofolio investasi dan meningkatkan pendapatan Perseroan. Ditambah menambah dan menjamin portofolio pasokan gas bumi serta gas bumi cair serta infrastruktur jaringan pipa gas bumi.

“Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tidak tumpang tindih untuk suplai gas ke konsumen akhir sehingga hemat biaya investasi,” seperti dikutip dalam laporan itu.

Perseroan juga mengharapkan dapat mewujudkan efisiensi di seluruh mata rantai dari produksi hingga distribusi yang diharapkan mewujudkan harga gas yang kompetitif sehingga mendorong pertumbuhan pasar yang berkelanjutan. Ditambah mempercepat pemerataan akses masyarakat terhadap energi gas.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kiat Investasi Reksa Dana Saham saat IHSG Bergejolak

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Harga Saham PGN Betah di Zona Merah, Ada Apa?

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau disebut PGN bersama Pertamina melakukan transaksi material dengan membeli 51 persen saham Pertagas, yang merupakan anak usaha perusahaan Pertamina.

Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi dan material. Transaksi afiliasi lantaran PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau disebut PGN dan pertamina merupakan pihak terafiliasi yang keduanya dikendalikan baik langsung dan tidak langsung oleh pemerintah Indonesia.

Sedangkan transaksi tersebut transaksi material sesuai Peraturan Nomor IX.E.2 lantaran nilai transaksi lebih dari 20 persen namun kurang dari 50 persen dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 3 Juli 2018.

Adapun pengambilalihan saham Pertagas dengan transaksi jual 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas atau setara dengan 51 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor pada Pertagas.

Nilai keseluruhan dari transaksi dalam kesepakatan awal atas akuisisi 51 persen kepemilikan saham di Pertagas adalah sekitar Rp 16,60 triliun. Jumlah itu sebesar 38,46 persen dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan perseroan.

“Perseroan akan memakai pendanaan internal dan pinjaman,” seperti dikutip dari keterangan tersebut.

Nilai transaksi itu merupakan harga pembelian untuk 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas dengan PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas sehingga hanya terdapat PT Pertagas Niaga sebagai anak usaha di dalam buku Pertagas.

“Penyelesaian akan dilakukan pada tujuh hari kerja setelah tanggal diterimanya berita acara pemenuhan persyaratan pendahuluan yang ditandatangani oleh para pihak namun tidak akan melebihi 90 hari sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian (batas waktu) atau pada tanggal lain sebagaimana disetujui secara tertulis oleh para pihak,” tulis keterangan tersebut.

Latar belakang transaksi ini adalah dari salah satu inisiatif Pemerintah Indonesia untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional dengan membentuk perusahaan induk di bidang minyak dan gas bumi atau holding BUMN migas.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Arab Saudi dan geopolitik bayangi pasar saham Indonesia

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Mobil Berstatus Connected Car, Apa Saja Bedanya?

Banyak pabrikan yang telah menjalin kerja sama dengan Google dan Apple. Karena itulah, layar pada dashboard kerap dilengkapi dengan Apple Car Play atau pun Android Auto.

Secara garis besar, keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu menghubungkan smartphone dengan layar dashboard. Tujuannya adalah mencegah pengendara harus mencari smartphone terlebih dahulu.

Bedanya, Apple Car Play terhubung dengan iPhone, sedangan Android Auto untuk smartphone bersistem operasi Android. Meski demikian, keduanya bisa dioperasikan tanpa perlu menekan tombol, melainkan hanya dengan suara.

Sumber Berita: liputan6.com

Bintang K-Pop iKON Dipastikan Akan Gelar Konser di Jakarta

Indonesia sendiri memang diketahui menjadi salah satu negara yang paling sering dikunjungi oleh iKON. Grup yang beranggotakan Jay, Bobby, Song, B.I, DK, June, dan Chan ini sudah dua kali menyapa penggemar mereka di Tanah Air.

Sebelumnya, iKON pertama kali mengunjungi Indonesia pada September 2016 lalu lewat pegelaran konser ‘Showtime Tour’. Pada tahun berikutnya, grup pelantun “Love Scenario” ini kembali mengunjungi Jakarta lewat festival konser K-Pop ‘Saranghaeyo Indonesia’ bersama Lee Hi, Dean, dan Day6.

Sumber Berita: liputan6.com

Tersingkir Dini di Piala Dunia, Penjualan Jersey Timnas Jerman Meredup

Liputan6.com, Jakarta – Tim Nasional (Timnas) Jerman secara mengejutkan telah tersingkir pada fase penyisihan grup Piala Dunia Rusia 2018. Hal itu rupanya turut berdampak terhadap penjualan kaos Timnas Jerman tersebut, yang mulai ditinggalkan pembeli lantaran sudah tersisih.

Seperti yang diutarakan Joni (40), seorang penjaga Toko Friedrich di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta. Dia mengatakan, faktor lainnya yang ikut menurunkan angka penjualan yakni minimnya ketersediaan stok baju bola di tempat dagangannya pada perhelatan Piala Dunia kali ini.

“Stok untuk Piala Dunia tahun ini enggak begitu banyak, soalnya impor sekarang lagi susah,” ungkap dia saat diajak berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Terlebih saat Jerman harus tereliminasi, lanjutnya, harga pasaran baju turun dan minat masyarakat untuk mencari kaos serta pernak-pernik Piala Dunia semakin memudar.

“Harga sudah mulai rusak, permintaan menurun. Jerman biar sudah keluar juga, permintaan (pembelian kaos) masih ada, tapi enggak seheboh pas mereka masih ikutan,” kata dia.

Dia menuturkan, selain jersey Timnas Jerman, baju Timnas Brazil di Piala Dunia Rusia ini pun menjadi komoditas utama yang banyak dicari oleh para penggila bola.

Sebelum Jerman tersingkir, pergelaran Piala Dunia 2018 juga telah kehilangan dua negara besar sepakbola lain yang tidak bisa mengikuti kompetisi, yakni Italia dan Belanda. Ternyata, itu ikut melemahkan bisnis yang dilakukan Joni dalam penjualan kaos.

“Itu dampak juga, omzet jadi menurun. Orang-orang pada banyak yang suka dua tim itu,” ujar dia.

Sumber Berita: liputan6.com